Lombok Bali Part 2

Postingan ini merupakan lanjutan dari cerita perjalanan saya Lombok Bali bagian pertama. Berikut merupakan cerita perjalanan Lombok Bali hari ketujuh dan kedelapan di Bali. Ada sekilas cerita konflik di Padang Bai dan pesan kesan selama perjalanan.

Hari Ketujuh dan Kedelapan

Dua hari saya berada di Bali. Nah saya agak lupa urutannya, jadi agak random saja gapapa ya. Hehehe.

Dengan berbekal jasa travel yang bertugas sekaligus menjadi guide, saat itu dengan Bli Yogi, kami diantarkan menuju tempat-tempat eksotis Bali yang tidak biasa seperti Pura Besakih. Ada yang sudah tahu? Perempuan yang sedang tidak dalam keadaan suci tidak diperbolehkan masuk area karena ia merupakan tempat ibadah yang sakral. Bagi yang memakai celana pendek, diharuskan untuk memakai sarung. Bagi yang tidak membawa sarung bisa menyewa di tempat. Lokasinya di puncak bukit dan kami harus menempuh jalan menaik untuk menuju lokasi sekitar 2 hingga 4 kilometer dari parkir mobil. Dalam perjalanan menuju Pura Besakih, kami juga melewati Bukit Jambul.

Pura Besakih Bali
Pura Besakih

Setelah itu kami diajak menuju Secret Beach di mana pantai tersebut sedang dibangun untuk menjadi tempat wisata Bali selain Kuta dan Sanur. Namanya belum boleh dipublikasikan tapi melihat tempatnya dan pasirnya, cukup menarik. Pantai Dreamland juga saya kunjungi, menurut tidak begitu menarik. Tapi ombaknya gede banget, cocok digunakan sebagai wahana permainan selancar alias surfing.

Pantai Dreamland Bali
Pantai Dreamland Bali
Secrat Beach Bali
Secrat Beach Bali

Setelah itu kami diajak ke Garuda Wisnu Kencana, patung raksasa yang digadang-gadang akan menjadi icon Bali selanjutnya. Selain itu kami juga diajak ke Tanah Lot, wah sunset lagi. Bosan dengan sunset, kami pun menuju Pantai Sanur untuk melihat sunrise. Kurang begitu menarik karena saya sudah pernah berkunjung. Hehehe.

Sunset Tanah Lot Bali
Sunset Tanah Lot Bali
Garuda Wisnu Kencana Bali
Garuda Wisnu Kencana Bali
Pantai Sanur Bali
Pantai Sanur Bali

Tidak lupa kami singgah ke Krisna dan Joger, dua toko yang wajib dikunjungi setiap wisatawan Bali. Jika belum berkunjung ke dua tempat tersebut, ada yang bilang kalo itu namanya belum berkunjung ke Bali. Wow, keren sekali ya branding kedua usaha tersebut. Mantap!

  • Sewa mobil (kolektif) di Bali 2 hari mengelilingi daerah utara dan daerah selatan Pulau Bali 95K
  • Masuk Tanah Lot 9K
  • Masuk GWK 20K
  • Pantai Dreamland 2K

Hari Kesembilan

Pagi-pagi sekali saya dan dua teman saya berangkat menuju Joger dengan jalan Kaki dari Kuta. Lumayan dekat ternyata. Ya dikarenakan saya harus membeli oleh-oleh dulu sekaligus menemani kedua teman saya tersebut. Dari Joger, kami naik taksi dan bertemu dengan rombongan lainnya di Bandara Ngurah Rai. Yak, pengalaman naik pesawat yang kedua ini tidak terlalu istimewa karena lokasi tempat duduk saya tidak berada di belakang sayap dan tidak berada di sisi jendela. Yang penting saya bersyukur bisa tiba di Jakarta lagi dengan selamat.

  • Pajak bandara (berangkat) Bandara Ngurah Rai ke Bandara Soekarno Hatta 40K
  • Naik Bus Damri dari Bandara Soekarno Hatta ke Pasar Minggu 20K
Bandara
Bandara

Konflik di Padang Bai

Yak seperti apa yang sudah saya janjikan sebelumnya, saya akan menceritakan sedikit konflik yang terjadi di Padang Bai. Sepertinya konflik ini akan terus terkenang sepanjang masa bagi kami. Tapi ya disyukuri saja deh, konflik tersebut tidak sampai menimbulkan korban fisik di antara rombongan dan justru akan jadi bahan cerita menarik kepada yang diceritain (seperti halnya yang saya lakukan di blog ini).

Jadi gini, setibanya kami di lobi Padang Bai, kami dihampiri oleh sekelompok orang dan kami diinterogasi akan dijemput siapa dan kapan. Ternyata orang-orang tersebut merupakan preman Padang Bai. Mereka melarang kami menggunakan jasa travel untuk menjemput kami di Padang Bai. Mereka memaksa kami untuk menggunakan jasa mereka karena mereka meng-klaim bahwa Padang Bai merupakan wilayah mereka.

Kami pun berusaha untuk lari menghindar dengan sembunyi-sembunyi. Namun betapa bernafsunya preman tersebut untuk mengejar, kami pun diuntit. Ya mengingat kami rombongan ber-17-orang. Setelah berunding ini itu, preman-preman tersebut tidak juga mau mengalah. Akhirnya kami yang tidak mau menimbulkan keributan, kami pun menuruti preman tersebut untuk mengantarkan kami ke daerah Sanur.

Saya sudah coba mengirimkan keluhan ini ke Surat Pembaca Kompas. Namun hingga saat ini saya belum mendapati keluhan saya tersebut dimuat. Entah karena keluhan saya kurang jelas atau redaksi yang harus menyortir sebagian besar keluhan yang dilayangkan ke Surat Pembaca. Yang jelas saya ingin keberadaan preman-preman tersebut ditertibkan. Salah satu caranya yakni dengan tulisan blog ini.

Kesan dan Pesan

  1. Gunakan jasa resmi, hindari calo. Kemungkinan besar mereka melipat gandakan tarif semula kepada Anda. Contohnya yakni penyeberangan menuju Gili Trawangan.
  2. Bali itu katanya disebut sebagai 1000 pura. Sedangkan Lombok katanya disebut sebagai 1000 masjid.
  3. Pantai di Bali itu eksotis. Tapi Pantai di Lombok itu lebih eksotis. Mungkin karena lebih jarang dijamah manusia.
  4. Gili Trawangan dipenuhi Bule. Pulaunya dapat dikelilingi dengan naik sepeda selama 1 hingga 2 jam. Pantainya putih sekali dan airnya sangat biru. Wah sungguh saya terkesima melihat pantai seperti itu. Ya maklum di kampung halaman saya Gresik adanya cuma pelabuhan yang penuh karang dan bebatuan. Hahaha.
  5. Selama di Bali, kami semua menjadi McD Boys and Girls. Ya mengingat agak sulit mencari makanan halal yang murah di sekitar Kuta, akhirnya hampir setiap hari kami makan junk food di situ. Saya sampai eneg. LOL.
  6. Untuk menghabiskan waktu, sangat direkomendasikan untuk membawa kartu. Yang paling seru dimainkan yakni UNO. Permainan yang cukup absurd, asyik, dan entah kapan selesainya. LOL.
  7. Saya menghabiskan biaya sekitar 1,5 juta rupiah untuk perjalanan ini. Anda bisa menghemat pengeluaran di bagian makanan dan oleh-oleh. Selain itu mengenai transportasi dan penginapan, itu pintar-pintarnya Anda mencari tarif yang terjangkau. Contohnya saya membeli tiket promo pesawat, ya lumayan memotong biaya.
Permainan Kartu Uno
Permainan Kartu Uno

Perjalanan Lombok Bali #vacation: Fin

Disclosure: Sumber informasi tentang biaya merupakan gabungan antara pengalaman pribadi dan @cabeee. Semua foto yang ada merupakan hasil jepretan pribadi, @ianhutomo, @triannn, dan @grinano. Terima kasih kepada captain @shandyisme yang telah memimpin perjalanan ini.miv

5 Replies to “Lombok Bali Part 2”

  1. kangeeen gilaaa….
    “Namun betapa bernafsunya preman tersebut untuk mengejar, kami pun diuntit” bahasanyaaaa :))

    eh mas, aku juga pengen banget nulis di blog aku tapi foto2nya gak punya ada di ian semua XD, gak janji deh kapan-kapan kali ya hueheheh ๐Ÿ˜€

    BTW, keep writing, i’ll be waiting to read! ๐Ÿ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s