Perihal Nokia Lumia 920

Mengusung Windows Phone 8, gawai ini pertama kali dirilis di Indonesia pada awal Desember 2012 lalu. Bulan depan, genap setahun sudah usia gawai ini di Indonesia, dan diperkirakan saudaranya Nokia Lumia 1020 juga akan telah dirilis dalam waktu dekat ini pada tanggal 29 November 2013. Well, Nokia Lumia 920 was their flagship at the time. Now Nokia Lumia 1020 is their next flagship and I think it is the most awesome device of Nokia I have ever seen.

Sebelum menjatuhkan pilihan untuk membeli Nokia Lumia 920, saya sudah terpikat dengan banyak sekali gawai seperti Sony Xperia (lupa seri berapa), Samsung Galaxy S3 Mini, dan HTC One. Oke, untuk HTC One saya masih belum bisa move on tapi saya akan menunggu flagship mereka berikutnya, yang menurut saya akan menggunakan iterasi desain HTC One dengan software HTC Sense 6.0. Kapan? Mungkin Maret 2014.

Nokia Lumia 920 Microsite
Nokia Lumia 920

Kenapa saya memilih Nokia Lumia 920?

  • Penggunaan gawai saya selama ini tidak terlalu muluk, seringnya digunakan untuk mengecek email dan twitter. Jumlah aplikasi Android dengan Windows Phone memang kalah jauh tapi top free application Google Play banyak juga yang tersedia di Windows Phone Store, aplikasi-aplikasi yang hanya tersedia di Android pun kebanyakan berupa permainan. I’m not that addictive to games.
  • Native office application, sangat cocok dengan kebutuhan kerjaan sehari-hari.
  • Kemampuan kamera yang sangat baik di kelasnya. Asal tidak dibandingkan dengan saudaranya saja, Nokia Lumia 1020. Beberapa hasil jepretan saya dapat dilihat di Flickr atau videonya.
  • Penerapan teknologi wireless charging. Wired: Wireless, Expired: Wire.
  • Layar yang tetap terlihat jelas walaupun di bawah terik sinar matahari. Saya kurang paham betul nama teknologi yang digunakan tapi layarnya terlihat beradaptasi dengan cerdas ketika berada di terik matahari, berbeda ketika ia ada di dalam ruangan atau tidak terkena sinar matahari.

Kesan pertama orang pada Nokia Lumia 920

Apa tuh? Oppo ya?

Karena gawai yang saya beli berwarna putih dan agak berbentuk kotak, sekilas dari jauh terlihat mirip dengan handset Oppo Find 5.

Apa tuh? Elegan ya

Saya sendiri terkesan dengan desain Nokia Lumia 920. Kotak sih memang dan tidak round seperti iPhone dan flagship Samsung, tapi terlihat sangat elegan. Saya pikir desain ini akan terus diiterasi pada para flagship Nokia Lumia berikutnya.

Berat ya

Haha. Iya sih, relatif berat ketimbang handset lainnya tapi beratnya handset ini tidak seberat itu kok, cuma 185 g saja.

Lockscreen Wallpaper
Lockscreen Wallpaper

Apa yang kurang dari Nokia Lumia 920?

Berikut hal-hal yang mengganggu kenyamanan saya selama dua bulan pemakaian (yang artinya mungkin akan bertambah),

Penyuntingan teks

  • Tidak ada tombol panah pada keyboard. Nokia 5800 XpressMusic memiliki fitur ini, sangat memudahkan penyuntingan teks. Tips: tekan jari pada editor teks agak hingga muncul icon kursor, kemudian pindahkan kursor ke huruf yang ingin disunting. Setelah diperbarui di Lumia Cyan, keyboard di Windows Phone 8.1 makin ciamik dengan adanya Swiftkey!
  • Tidak ada pilihan ‘Select all’ pada penyuntingan teks.
  • Fungsi paste hanya menyimpan satu item yang disalin sebelumnya. Android dapat menyimpan beberapa item.
  • Autocomplete feature yang cukup mengganggu. Walaupun saya tidak memencet word suggestion, kata yang disarankan tersebut tetap tertulis di editor. Thanks to Pras, coba matikan saja “Correct misspelled words” di Settings – Keyboard – Indonesia (misalnya).
  • Tidak ada fitur recent search sehingga saya harus mengetik ulang kata kunci pencarian jika proses sebelumnya gagal karena koneksi.

Internet Explorer

  • Peramban bawaan (Internet Explorer tidak menyediakan tombol shortcut ‘go to top/go to bottom’.
  • IE tidak bisa memainkan GIF.
  • Nokia Xpress is more even worse, give UC Browser Opera Mini a try

Aplikasi

  • Tidak ada native battery meter, native file manager, native recording. Battery meter dan File manager tersedia di Windows Phone 8.1.
  • Update aplikasi membutuhkan proses unduh keseluruhan aplikasi, bukan hanya patch. Memang kuota internet di sini bukan merupakan hal yang masalah bagi saya tapi jika hal itu diterapkan dalam ekosistem Windows Phone, akan sangat membantu. Auto update is genius feature. I don’t mind to catch up the latest version. It updates automagically.
  • Tidak ada fitur call recording. Hal ini saya gunakan pada gawai Nokia 5800 XpressMusic dan sangat berguna ketika melakukan pembicaraan dengan klien. Jangankan ini, aplikasi recording bawaan saja tidak ada.

Multimedia

  • Tidak ada fitur untuk membuat album foto dengan folder sesuai keinginan.
  • Ketika menggunakan aplikasi image editor, tidak ada pilihan untuk menyimpan hasil penyuntingan gambar, ternyata gambar hasil penyuntingan menimpa foto asli.
  • Akses kontrol pada music player sangat sulit. Ketika gawai berada pada kondisi lock, sesaat akan muncul player di layar bagian atas, kemudian layar tersebut menghilang. Jika ingin mengaksesnya lagi, diharuskan menuju aplikasi atau melakukan lock-unlock screen terlebih dahulu. Thanks to Pras, music player juga dapat diakses dengan memencet tombol volume.

Lainnya

  • Tidak ada force close pada application manager. Namun hal ini sudah diatasi dengan upgrade ke GDR3.
  • Tidak ada pengaturan rotation lock view. Hal ini juga sudah diatasi dengan upgrade ke GDR3.
  • Setelah upgrade dari Lumia Amber GDR2, aplikasi dan data saya hilang. Android tidak demikian. Saat itu saya melakukan upgrade di Nokia Care. Anehnya hal ini tidak terjadi ketika saya upgrade sendiri ke Lumia Cyan.
  • Fitur automatic prompt bluetooth saat ingin berbagi file. Saat ini saya harus menghidupkan dulu bluetooth agar bisa menemukan pilihan bluetooth sebagai media berbagi file. Pada gawai Nokia 5800 Xpress Music, pilihan bluetooth tetap muncul sebagai media berbagi file namun ketika bluetooth belum menyala maka layar akan menunjukkan pilihan untuk menyalakan bluetooth.

Perlu diketahui juga, saya belum pernah menggunakan gawai Android dalam waktu yang lama. Jadi perihal kekurangan di atas hanya saya bandingkan dengan kenyamanan pribadi dan gawai saya sebelumnya, Nokia 5800 Xpress Music. Bisa jadi Android juga memiliki kekurangan yang sama dengan yang di atas, misalnya tidak adanya fitur call recording.

Screenshot WP8
Screenshot WP8

Jadi Nokia Lumia 920 itu …

Menurut saya gawai ini merupakan smartphone terbaik setelah Nokia Lumia 1020. Jika Anda ingin membeli Nokia Lumia 925, saya akan rekomendasikan Anda untuk membeli menunggu saja dulu hingga Nokia 1020 saja dirilis di Indonesia. Seriously that Nokia device is very innovative, it is cutting of the edge of the OS itself, Windows Phone 8.

Nokia Lumia 1020
Nokia Lumia 1020

Apa sih Nokia Lumia 1020?

Gawai terbaru Nokia yang juga mengusung OS Windows Phone 8. Saya pikir review saya perihal Nokia Lumia 920 akan mirip dengan review saya terhadap Nokia 1020 dengan kesamaan OS. Perbedaan mencolok keduanya terletak pada kemampuan kamera yang fenomenal. Dari situs resminya sih ada promo cashback 750 ribu rupiah. Barang juga dapat dipesan di Erafone dengan label harga Rp7.999.000,00, masih harga kasar belum termasuk promo, bonus, dsb. Tertarik membeli? Kalau masih ragu, silakan membaca salah satu review tentang gawai ini. *wink*

8 thoughts on “Perihal Nokia Lumia 920”

  1. Ping-balik: 2015 - AMYunus
  2. Mau nambahin info seputar fitur yang kurang. 🙂
    – Untuk Autocomplete, matikan aja “correct misspelled words”nya di Settings – keyboard – languages.
    – Kalau mau record suara, bisa lewat OneNote. Buat note baru, nanti ada tombol mic (memang agak ribet ya, hehe).
    – Untuk akses kontrol music player, tinggal pencet tombol volume aja, kan?
    – Upgrade Ambernya lewat apa, ya? Kalau langsung dari HP (OTA), harusnya nggak hilang. Semua data aman.

    Secara keseluruhan, reviewnya bagus dan jelas. 😀

    Suka

    1. Terima kasih banyak atas apresiasi yang telah diberikan 😀
      – Untuk Autocomplete, matikan aja “correct misspelled words”nya di Settings – keyboard – languages.
      Hoo gitu, oke, tips akan ditambahkan.

      – Kalau mau record suara, bisa lewat OneNote. Buat note baru, nanti ada tombol mic (memang agak ribet ya, hehe).
      Lah kok OneNote? xD Btw bisa export hasil rekaman gak ya kalau pake OneNote?

      – Untuk akses kontrol music player, tinggal pencet tombol volume aja, kan?
      Oh iya! Oke, tips akan ditambahkan.

      – Upgrade Ambernya lewat apa, ya? Kalau langsung dari HP (OTA), harusnya nggak hilang. Semua data aman.
      Oh begitu ya. Waktu itu saya upgrade Amber lewat Nokia Care, berarti mungkin mereka tidak memakai metode OTA ya untuk upgrade Amber?

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s