Perihal Kepulauan Seribu

Sama halnya dengan Anyer, saya cenderung enggan diajak ke Kepulauan Seribu. Sebelumnya saya sempat berkunjung ke Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Harapan. Jadi jika diajak ke tempat yang sama, saya perlu mendapat motivasi baru agar tidak merasa bosan dengan yang itu-itu saja, seperti aktivitas berkemah di Pulau Perak. Seru!

Berlayar menuju Kepulauan Seribu
Berlayar menuju Kepulauan Seribu

Berwisata ke Kepulauan Seribu itu sudah biasa menggunakan jasa travel. Dibayar sekian, kita tidak usah lagi berpusing ria tentang pemesanan kapal, homestay, snorkeling, hingga sesi barbeque. Saya mulai bosan dengan kegiatan yang repetitif di Kepulauan Seribu. Berlayar dari Pelabuhan Muara Angke ke pulau tujuan selama 2–3 jam. Kemudian snorkeling melihat ikan-ikan dan terumbu karang yang indah. Malamnya barbeque ria dengan menu ikan dan sosis dkk.

Nah sebab bermalam di homestay terlalu mainstream, saya lalu ikut aktivitas berkemah di Kepulauan Seribu. Iya, kami mendirikan tenda di pinggir pantai. Seru! πŸ˜€

Berkemah di pinggir pantai
Berkemah di pinggir pantai

Baru kali ini saya shalat ditemani suara deburan ombak yang notabene berada beberapa meter di samping saya bersujud. Cukup sulit menyalakan sumber api pada sore hari mengingat angin yang sangat kencang (angin darat?). Dengan peralatan dan bahan seadanya kami menikmati segala macam hidangan yang sudah kami bawa dari tempat tinggal. Malam harinya kami berburu kepiting dan leyeh-leyeh di pinggir dermaga beratapkan langit yang cukup cerah malam itu. Seru!

Mandi? Ada sih tempat mandi tapi bisa dibilang cukup terbuka. Air pun harus ditimba dari sumur agar bisa mandi. Saya tidak berani memfotonya karena cukup ramai. Nanti dibilang yang enggak-enggak lagi kalau memfoto tempat mandi yang masih digunakan orang untuk mandi. Hahaha.

Terumbu Karang
Terumbu Karang

Pada perjalanan sebelumnya (sebelum camping), saya sempat berkunjung ke Penangkaran Elang dan Penangkaran Penyu. Tapi pada perjalanan saat saya camping, kedua situs tersebut sudah tidak boleh dikunjungi. Alasannya sebaiknya tempat tersebut hanya berfokus pada kegiatan penangkaran hewan, bukan dijadikan tempat wisata. Yes, yang penting saya sempat ke sana. Tapi tenang, masih ada yang bisa dikunjungi, Penangkaran Hutan Mangrove.

Penangkaran Elang
Penangkaran Elang
Penangkaran Penyu
Penangkaran Penyu
Penangkaran Hutan Mangrove
Penangkaran Hutan Mangrove

Keseluruhan foto Kepulauan Seribu bisa dilihat di Flickr Set Pulau Perak dan Pulau Harapan ya. Enjoy!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s