Perihal Sindoro

Kali ini saya ingin berbagi cerita kesempatan berkunjung ke Wonosobo. Tapi saya tidak berkunjung ke Dieng, tujuan utama saya saat itu mendaki Gunung Sindoro. Selain itu, waktu itu saya juga belum tahu kalau ada wisata Dieng di sana. Mungkin kali lain kesempatan, amin. Bagaimana perjalanan (kali pertama) saya mendaki gunung?

Part 1: Sindoro | Part 2: Summit Sindoro | Part 3: Kesan dan Tips
Full Trip Photos

Awalnya

Iya, saya baru kali pertama mendaki gunung. Sungguh mendaki gunung belum pernah menjadi salah satu kegiatan yang menjadi semacam resolusi tahunan atau apalah namanya itu. Setelah nonton 5 cm yang mengisahkan pendakian Mahameru oleh 5 orang sahabat pun tidak berhasil membuat saya pendakian gunung menjadi salah satu “to-do-list”. Singkatnya saya impulsif sekali ingin ikut saat ada kolega kantor yang punya agenda mendaki Gunung Ciremai. Saya pun berminat ikut untuk menaklukkan Gunung Ciremai, dengan motivasi awal keingintahuan seberapa jauh kemampuan saya dalam menghadapi tantangan baru.

Sunrise dari Gunung Sindoro

Sayang sekali kesempatan mendaki Gunung Ciremai tidak jadi saya ikuti karena terbentur pekerjaan. Katanya pun medan yang dilalui cukup ekstrim dan melewati jalur naik dan turun yang berbeda (naik: Jalur Linggar Jati; turun: Jalur Apuy) sehingga mengharuskan peserta untuk juga membawa carrier saat menuju puncak gunung (summit attack). Untung saja saya tidak jadi ikut, karena mendaki gunung merupakan hal yang baru bagi saya dan saya belum siap dengan kondisi fisik serta peralatan yang belum mumpuni saat itu.

Berangkat menuju Wonosobo

Nah begitu curhat sekilas saya tentang awal cerita kegiatan saya mendaki gunung. Setelah gagal mengikuti trip Ciremai, saya berkesempatan untuk ikut trip pendakian Gunung Sindoro-Sumbing, alias Double S. Disebut demikian karena kedua gunung bersebelahan dan biasanya pendaki melakukan pendakian Gunung Sindoro setelah mendaki Gunung Sumbing (atau sebaliknya).

Sindoro-Sumbing
Sindoro-Sumbing

Peserta pendakian ada delapan orang, 6 cowok 2 cewek. 3 dari kami berangkat bareng ke Wonosobo dengan menggunakan jasa transportasi Bus Rosalia Indah. Ternyata disebabkan hendak libur panjang, terjadi kemacetan dan bus pun baru tiba di pool 2 jam dari jadwal semestinya. Tidak hanya itu, perjalanan yang harusnya ditempuh hingga pagi hari pun menjadi terlambat, kami tiba di Terminal Mendolo Wonosobo siang harinya (sekitar 19 jam perjalanan).

Tiba di terminal dan setelah peserta pendakian sudah berkumpul (kecuali 2 orang), kami berenam menyiapkan logistik lalu memutuskan untuk berangkat menuju basecamp Sindoro menggunakan minibus dari terminal. Sesampainya di basecamp Sindoro, kami melakukan registrasi dan makan siang. Setelahnya kami menuju Pos 1 dengan menggunakan jasa ojek. Bukannya langsung mendaki, kami malah befoto narsis ria dulu sebelum memulai pendakian. Hehehe.

Credit: Hyukaze7

Pendakian Sindoro

Sebagai pemula, saya cukup terengah-engah saat itu, padahal baru beberapa meter dilewati. Mengikuti apa yang dilakukan oleh anggota kelompok yang lain, saya ikut mengoleskan Counterpain di kedua betis saya, katanya agar lemas ototnya, pemanasan. Kami berjalan beberapa meter kemudian berhenti sejenak sekitar 5 menit untuk istirahat dan mengatur napas. Begitu terus menerus hingga akhirnya kami tiba di Pos 3, target kami mendirikan tenda. Sayangnya tidak ada lahan kosong karena area Pos 3 sudah penuh dengan tenda pendaki lainnya. Dengan terpaksa kami meneruskan pendakian dengan harapan untuk menemukan area yang agak lapang.

Track Gunung Sindoro

Waktu itu sudah tengah malam, kami terus mendaki namun lahan-lahan kosong sudah ditempati oleh pendaki lainnya yang tidak kebagian tempat di Pos 3. Akhirnya kami menemukan sebuah tanah kosong, namun agak miring dan hanya cukup untuk 1 tenda saja. Sesuai keputusan dan kondisi kelompok, akhirnya kami mendirikan tenda di area itu, tentu dengan keterbatasan yang cukup terbatas. Coba saja dibayangkan tenda yang direkomendasikan untuk boleh diisi oleh hanya 4 orang saja, malam itu diisi oleh 6 orang. Betapa sempitnya tidur malam itu. Hahaha. Setelah mendirikan tenda, makan, dan ngobrol ini itu, kami bersiap tidur dengan sleeping bag masing-masing, tentu dengan posisi ya begitulah.

Mendirikan Tenda

Part 1: Sindoro | Part 2: Summit Sindoro | Part 3: Kesan dan Tips
Full Trip Photos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s