Perihal Sindoro Part 2

Kali ini saya ingin berbagi cerita kesempatan berkunjung ke Wonosobo. Tapi saya tidak berkunjung ke Dieng, tujuan utama saya saat itu mendaki Gunung Sindoro. Selain itu, waktu itu saya juga belum tahu kalau ada wisata Dieng di sana. Mungkin kali lain kesempatan, amin. Bagaimana perjalanan (kali pertama) saya mendaki gunung?

Part 1: Sindoro | Part 2: Summit Sindoro | Part 3: Kesan dan Tips
Full Trip Photos

Terjalnya Track Pendakian
Terjalnya Track Pendakian

Summit Sindoro

Dini hari sekitar pukul 3 pagi, kedua anggota kelompok sudah terbangun kemudian menyiapkan makanan yang bisa disantap sebelum summit nantinya. Keempat lainnya? Masih asik tidur tak mau beranjak dari tenda (termasuk saya). Duh maafkan saya teman-teman, mohon maklum. Hehe.

Setelah waktu shubuh tiba, kami melanjutkan perjalanan untuk summit dengan meninggalkan barang-barang di area tenda, kecuali beberapa bawaan penting seperti snack dan kamera. Hal ini sebenarnya sangat tidak disarankan ketika sedang mendaki Gunung Sindoro sebab dikabarkan ada maling gunung yang kerap mencuri barang-barang pendaki di sana. Saya saat itu percaya dengan anggota kelompok lain yang memiliki lebih banyak pengalaman mendaki. Jadilah saya melanjutkan perjalanan tanpa was-was. Hahaha.

Sunrise dari Gunung Sindoro

Waktu pendakian menuju puncak dari tenda membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam, ternyata jauh juga ya, atau saya saja yang lambat. Hahaha. Bagusnya di Sindoro, walaupun belum mencapai puncak, kami tetap bisa menikmati momen matahari terbit di track pendakian. Sungguh indah sekali waktu itu, subhanallah.

Sesampainya di puncak, suasana seperti apa yang saya bayangkan, ada area kawah di sana, lengkap dengan belerang yang kerap mengepul jarak pandang. Oh iya, sayangnya saya jarang sekali menemukan Edelweiss yang sudah mekar di sana. Ya nasib. Tapi tidak apa, yang penting akhirnya saya bisa SUMMIT! m/

Suasana Puncak Gunung Sindoro
Suasana Puncak Gunung Sindoro

Turun Sindoro

Teman saya bilang, “Lo harus inget, ketika lo bisa naik sampai puncak, lo juga harus bisa turun sampai basecamp dengan selamat”. Deg. Dengan track pendakian yang cukup miring membuat hati saya ciut melihat ke bawah. Hahaha. Ketiga teman yang sudah cukup lihai turun gunung, dengan gampangnya “tap-tap-tap” di atas track pendakian. Saya sih berhati-hati, khawatir terpeleset, nanti malah menggelundung, kan bikin repot kelompok.

Setibanya di area tenda, alhamdulillah barang-barang masih lengkap dan ternyata mereka bertiga ditemukan sudah tertidur pulas. Agaknya gerimis mulai turun, kami pun masuk tenda dan melanjutkan tidur. Hujan deras yang cukup lama membangunkan kami dan waktu sudah menunjukkan sore hari, tandanya kami harus segera beberes agar dapat tiba di basecamp sebelum malam hari.

Turun Gunung

Di bawah kepungan air hujan kami memberesi barang-barang kami serta tenda. Sekitar pukul 4 kami mulai perjalanan turun gunung. Jangan salah, turun gunung pun ada teknik tersendiri agar tidak cepat capek. Ada yang bilang “tongkat sakti” cukup membantu agar beban tidak terpusat di lutut saja.

Sekitar 2-3 jam kami akhirnya tiba di Pos 1. Kesan saya? Waow, lutut saya gemetaran, sempat beberapa kali saya terpeleset karena berusaha menyamai kecepatan anggota kelompok yang sudah agak jauh di depan. Saat itu kami berempat terpisah dengan kedua anggota lainnya. Kami pun menunggu di Pos 1 hingga anggota kelompok lengkap kembali. Kejadian anggota kelompok yang terpisah tersebut, sempat menimbulkan konflik internal karena hari sudah mulai gelap.

Gunung Sumbing (view dari Gunung Sindoro)
Gunung Sumbing (view dari Gunung Sindoro)

Setelah anggota kelompok lengkap kembali, kami meneruskan perjalanan dari Pos 1 menuju basecamp dengan menggunakan ojek kembali. Setelah melakukan konfirmasi kepulangan di basecamp, kami pun mencari makan malam dan beberapa snack sebagai bekal di Sumbing.

Sumbing

Setibanya di basecamp Sumbing kami mencari tahu kondisi kedua teman kami yang sudah lebih dulu melakukan pendakian di Gunung Sumbing. Dengan mempertimbangkan kondisi kelompok, 2 dari 6 anggota berangkat menyusul mereka untuk memberi kabar bahwa kami berempat tidak meneruskan pendakian Sumbing setelah Sindoro.

Basecamp Sumbing

Pulang

Setelah 8 anggota kelompok terkumpul lengkap, lami langsung berburu tiket pulang, untung saja masih tersedia kursi di Bus Sinar Jaya. Sebelum berangkat pulang, kami membeli oleh-oleh khas Wonosobo di kios terminal, misalnya Carica, Kacang Dieng, dan Keripik Jamur. Kemudian kami berdelapan terpisah oleh bus tujuan masing-masing. Sampai jumpa kawan di pendakian selanjutnya!

Rombongan Sindoro
Kongkow sambil makan Mie Ongklok

Singkatnya

16.30 Berangkat ke pool
18.30 Berangkat ke Wonosobo
4.00 Rehat di Garut
13.30 Tiba di Wonosobo
15.30 Basecamp Sindara Grasindo lalu naik ojek (10rb)
16.30 Pos 1 Sindoro
18.30 Pos 2 Sindoro
21.00 Pos 3 Sindoro
00.00 Camping
05.00 Mengejar matahari terbit (dengan meninggalkan barang-barang di camp)
07.15 Pos 4 Sindoro
09.15 Puncak Sindoro m/
10.15 Turun ke camp (alhamdulillah masih aman)
16.00 Turun gunung
19.00 Tiba di Pos 1 Sindoro kemudian ke Basecamp dengan ojek (25rb)

Part 1: Sindoro | Part 2: Summit Sindoro | Part 3: Kesan dan Tips
Full Trip Photos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s