Kuliah

“Nggak usah jauh-jauh. Kuliah di Surabaya aja kayak kakakmu, di ITS.” Sahut ibu merespon keinginan gue berkuliah di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang atau Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Begitu kira-kira cara gue melakukan seleksi universitas tujuan.

Trivia

ITS : Institut Teknologi Surabaya Sepuluh November

Memilih Jurusan dan Universitas

Tips dari gue, pilih jurusan sesuai minat dan kemampuan lu. Kalau nggak tau minat lu apa, hindari jurusan yang lu nggak minat atau bahkan nggak suka. Dari situ, bakal jelas jurusan apa saja yang berpotensi untuk dipelajari saat kuliah.

Cara yang gue gunakan untuk mengidentifikasi minat dan kemampuan yakni melihat hasil rapor SMA. Nilai mata pelajaran yang paling buruk ada pada Biologi, Sejarah, dan Geografi, jelas gue bukan tipe penghafal. Oleh karena itu Fakultas Kedokteran atau ilmu kesehatan lainnya nggak termasuk dalam pilihan jurusan.

Walaupun nilai mata pelajaran Matematika dan Fisika juga tidak terlalu istimewa tapi apa boleh buat. Akhirnya pilihan jurusan gue saat itu Teknik Informatika dan Teknik Elektro. Sebenarnya Psikologi juga sempat masuk dalam pertimbangan minat, akan tetapi setelah melakukan sedikit diskusi dengan senior, tahun pertama banyak sekali hafalan jadi akan membuat tahun pertama yang menyeramkan bagi gue.

Langkah selanjutnya yakni urutkan pilihan jurusan yang tersisa dan universitas berdasarkan passing grade. Pilih dua atau tiga jurusan dan universitas yang sesuai dengan kemampuan. Tentunya lokasi universitas terkait sudah mendapatkan restu orang tua.

Kuliah dan Prospek Kerja

Ada benarnya jurusan yang dipilih akan membantu pekerjaan pasca kuliah. Contohnya kerjaan gue sekarang yang cukup terbantu karena sesuai dengan mata kuliah yang dipelajari, jadi bisa cepat mengerti istilah-istilah yang dimaksud (catch up mode on). Tapi bukan berarti pilihan pekerjaan pasca kuliah ditentukan oleh pilihan jurusan. Temen-temen gue banyak kok yang dulunya kuliah jurusan apa, sekarang kerjanya apa.

Kuliah merupakan waktu yang tepat untuk menempa pola pikir, kesempatan membangun jaringan kenalan (network) yang luas, melatih kemampuan berkomunikasi dan menjaga hubungan baik dengan orang lain (interpersonal intelligence), dan masih banyak lainnya. Kemampuan (skill) tersebut sangat dibutuhkan pasca kuliah, baik sebagai pegawai (employee) maupun pemilik bisnis (employer). Kemampuan tersebut bisa dilatih dengan cara bergabung dalam organisasi, atau kepanitiaan, atau kompetisi-kompetisi.

Persiapan Tes

Belatih soal-soal tes pada tahun-tahun sebelumnya. Cara klasik tapi detail teknis persiapan gue begini, 1) beli buku kumpulan soal-soal lima tahun sebelumnya. Kalau ada buku yang memuat soal hingga sepuluh tahun sebelumnya, lebih bagus karena variasi tipe soal jadi lebih banyak.

Lalu 2) kerjakan soal-soal setiap hari semampu mungkin, ingat ya, SETIAP HARI. Gue membagi waktu pengerjaan soal menjadi dua sesi dalam satu hari, soal Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dikerjakan pada pagi hari. Kemudian soal Fisika, Biologi, dan Kimia dikerjakan siang harinya. Malam hari? Nonton televisi, main game, atau nongkrong bareng lah.

Baca juga

Kriteria Mahasiswa Sempurna

Yang dimaksud dengan semampu mungkin yakni dikerjakan tanpa ada batas waktu dan tidak melihat kunci jawaban sebelum semua soal selesai dikerjakan. Kalau menyerah atau tidak tahu jawaban, dijawab ngawur saja dulu, baru setelah selesai pengerjaan lihat cara di kunci jawaban. Biasanya cara yang diberikan pada kunci jawaban juga tidak begitu jelas, kenapa begini kenapa begitu, jadi dibutuhkan usaha ekstra membuka ulang kembali buku agar mengerti konsep penyelesaian soal.

Jika dikerjakan dengan rajin soal per tahun per hari, maka buku soal-soal lima tahun sebelumnya dapat dibabat habis dalam waktu satu minggu. Pada minggu pertama latihan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan diri baik dari sisi jumlah soal yang dijawab benar dan waktu penyelesaian soal. Minggu selanjutnya baru diberikan target waktu penyelesaian dan minimal jawaban benar.

Selalu berusaha 3) tingkatkan target setiap minggunya pada jumlah jawaban benar dan waktu pengerjaan. Tidak cuma itu, juga 4) selalu pahami konsep soal sehingga mudah ditemukan cara penyelesaian walaupun diberikan variasi pada soal tersebut. Jadi bukan sekadar menghafal jawaban pada soal tapi mengetahui tipe soal dan memahami konsep penyelesaian soal tersebut.

Begitu dulu sharing dari gue, dalam kesempatan lain gue akan lanjutin uneg-uneg tentang kuliah. Semoga bermanfaat dan semoga sukses ya merebut tiket bangku kuliah di universitas idaman. Jika punya opini atau cara berbeda, silakan diekspresikan lewat kolom komentar.

Catatan: Seluruh foto yang ada di post ini merupakan hak milik Maudy Ayunda. Tidak ada afiliasi ide apapun dalam post ini berkaitan dengan Maudy Ayunda. Hati-hati jatuh cinta pada sosok makhluk satu ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s