Xiaomi Mi A1

Jadi ceritanya Windows Phone udah gak punya masa depan lagi, apapun versinya, bahkan Windows 10 Mobile sekalipun. Apalagi Nokia Lumia 920 yang mengusung Windows Phone 8.1 dan tidak bisa diperbarui ke Windows 10 Mobile. Sebagai pemilik NL920 (warna putih), saya cukup kecewa dengan keputusan Microsoft.

Ya NL920 masih bisa dipakai sih tapi agaknya kurang bisa memenuhi kebutuhan saya sehari-hari. Hanya fitur telepon dan whatsapp, sesekali sms dan browsing. Itu pun fitur telepon sering error, suara saya sering kurang jelas didengar lawan bicara. Baterai juga sudah tidak awet, seringkali habis sekitar pukul 3-4 sore. Yak pertanda saatnya ganti ponsel bukan?

lumia920microsite

Sebenarnya keinginan ganti ponsel ini sudah lama muncul namun galau juga menentukan ponsel mana yang hendak dibeli. Pengen beli iPhone tapi kok harganya terlalu mahal, saya tidak punya uang berlebih sebanyak itu. Saya belum siap mental juga sih menghabiskan uang sebanyak itu untuk sekadar beli ponsel saja. Sempet terbesit beli Nexus yang mengusung Stock Android, tapi masih ragu dengan harganya. Apalagi Pixel yang harganya melangit dan tidak ada garansi resmi di Indonesia. Pengen beli OnePlus kok gak ada garansi resmi di Indonesia. Pengen beli Xiaomi, banyak tipe yang tidak punya garansi resmi di Indonesia, pun saya pribadi kurang suka dengan MIUI.

handphones (mkbhd)
Image Credit: @MKBHD

Kemudian muncul Mi A1, besutan Xiaomi yang bekerjasama dengan Google dalam program Android One, yang berarti Stock Android akan diusung menjadi OS bawaan, bukan MIUI. Wah! Gawai ini dijual eksklusif secara online di Lazada. Secara offline hanya dijual di Mi Store dan Erafone. Saat flash sale pertama di Lazada, saya kelupaan dan baru ingat 15 menit setelah flash sale dimulai. Hasilnya? Sold out! Wow!

mia1 flash sale promo 2
Image Credit: @xiaomiindonesia

Saya coba cari di Erafone dan Mi Store. Beberapa kali berkunjung, tidak ada hasil, persediaan selalu kosong. Akhirnya saya bersiap penuh siaga di flash sale Lazada yang kedua. Kurang dari 1 menit setelah flash sale dimulai, pembelian berhasil diproses. Kemudian barang dikirim keesokan harinya melalui Lazada Express (LEX) sebab saya bukan daerah Jakarta. Kalau di daerah Jakarta, akan dikirim melalui GO-SEND, jadi akan diterima di hari yang sama.

mia1 wallpaper

Kenapa Xiaomi Mi A1?

Alasan utama saya memilih Xiaomi Mi A1 yakni OS bawaan berupa Stock Android, tanpa modifikasi dari manufaktur. Seolah-olah memakai gawai Google Pixel namun versi hemat. Hahaha. Memang masih ada aplikasi Xiaomi yakni Xiaomi Camera untuk mendukung double lens dan Mi Blaster yang sering digunakan sebagai pengganti remote untuk televisi, AC, dst. Alasan lainnya yakni harga ponsel yang sesuai budget.

 

 

 

Dibanding rivalnya Moto G5s, Mi A1 punya fitur Compass dan memori internal 64GB. Sumpah deh, Moto G5s ini sempet bikin galau maksimal, diluncurkan pada periode yang sama, spesifikasi yang mirip, dan harga yang bersaing. Kelebihan Moto G5s, punya fitur NFC dan fast charging. Namun setelah ditimbang-timbang, kedua fitur bukan yang sering dipakai.

Spec Xiaomi Mi A1

 

Pengalaman memakai Xiaomi Mi A1

Teknologi fingerprint ini canggih ya, cukup tempel telunjuk ke sensor dan gawai langsung aktif. Tanpa repot-repot gambar pattern di layar lagi. Maaf ya, jadi norak nih gara-gara baru pakai teknologi ini di ponsel.

Double lens yang dijanjikan bisa mengambil gambar ‘bokeh’, cukup oke. Walaupun banyak hasilnya yang kurang memuaskan. Tapi saya memang tidak berharap banyak pada artificial bokeh tersebut. Apalagi pada ponsel semurah ini. Kalau di iPhone atau Pixel hasilnya kurang oke sih bakal kecewa ya. Contoh hasil jepretan kamera Xiaomi Mi A1, klik tautan ini ya!

xiaomi mia1-6

Pengambilan video juga agak kurang memuaskan sebab kamera tidak dibekali Optical Image Stabilize (OIS). Jadi hasilnya akan terlihat kurang stabil saat merekam sambil berjalan. Tapi sebenarnya ini tergantung teknik pengambilan video saja. Jadi kalau amatir seperti saya, ya perlu banyak banyak belajar merekam handheld video.

Kalau penasaran, hasil video di Xiaomi Mi A1 bagaimana, berikut hasil uji coba saya. Ditonton dengan resolusi tinggi untuk hasil maksimal dan akurat ya. Kalau ditonton di 360px atau 480px sih ya gimana ya atuh.

 

Baterai yang hanya 3080mAh, ternyata sangat cukup untuk aktivitas seharian. Terbukti dengan pemakaian normal, baterai masih tersisa 50% lebih. Sempat sih saya memakai ponsel untuk video conference selama 2 jam. Artinya cukup menguras baterai karena screen on time yang lama dan aktif mengkonsumsi data internet secara terus menerus. Hasilnya baterai tersisa 16% dengan screen on time sekitar 5 jam.

 

 

xiaomi mia1-9

Xiaomi Mi A1 menggunakan tipe colokan USB-C yang tidak kompatibel dengan colokan saya yang lainnya. Jadi charger tidak boleh ketinggalan. Tapi mengingat awetnya baterai, sepertinya saya tidak perlu khawatir. #tsah

Ponsel ini masih memiliki headphone jack, jadi tidak perlu khawatir, headset kabelmu masih bisa digunakan kok. Lokasinya ada di bawah, jadi sepertinya agak berbeda dengan ponsel kebanyakan. Atau sebaliknya? Kebanyakan ponsel memang colokan headphone jack ada di bawah, bukan di atas?

xiaomi mia1-7

Ponsel ini memiliki fitur dual SIM atau salah satu slot SIM nya bisa dipakai untuk tambahan SD card. Saat ini saya masih belum memanfaatkan fitur tersebut. Mungkin nanti. Mungkin.

Jadi apakah Xiaomi Mi A1 direkomendasikan?

Pilih gawai sesuai budget dan kebutuhanmu. Jika punya uang berlebih, mending beli iPhone 8 atau Samsung S8. Kalau anti Apple atau Samsung, Google Pixel bisa jadi pilihan, namun tidak ada garansi resmi di Indonesia. Walaupun saya lebih merekomendasikan iPhone sebab sudah pasti dapat dukungan dari Apple selama 4 tahun. Android hanya mendapat dukungan minimal 2 tahun, setelahnya tergantung kapasitas hardware yang dibawa.

xiaomi mia1-11

Namun jika budget terbatas, maka harus berdamai dengan segala keterbatasan yang ada. Money talks? Well, to be honest, yes. Yang jelas, Mi A1 bukan pilihan jika NFC dan fast charging adalah fitur wajib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s