Pengalaman Kena Tilang. Sidang Pengadilan atau Ambil di Kejaksaan?

Ini pengalaman kali pertama gue dapet slip tilang. Sebelumnya ‘titip’ saja. Mohon maklum dulu masih punya mindset males ribet ke pengadilan dan masih mikir kalau itu bukan hal yang salah. Nah kali ini gue mau ngurus sampe pengadilan. Gimana sih prosesnya.

Nah kalian, ga perlu kena tilang buat ngerasain prosesnya gimana. Baca cerita gue aja.

Jadi gue kena tilang di Kota Tangerang dengan melanggar pasal tidak mematuhi rambu lalu lintas. Kesalahan gue saat itu melawan arah. Ya mohon maaf ya kalau siwer ga liat rambu lalu lintas. Gue ga ngeh kalau jalan yang gue laluin itu satu arah. Gue dan istri gue udah selow aja lewat depan polisi. Karena ga ngerasa udah ngelakuin salah. XD. Eh diberhentiin.

Berkas berkas gue diminta dan diperiksa, sim dan stnk. Setelah diperiksa, stnk dibalikin dan sim dibawa ke pos terdekat. Gue masuk pos polisi dan diinterview sebentar terkait kesalahan dan sanksi yang dikenakan.

Gue dikasih pilihan, mau sidang atau bayar di tempat. Gue jawab sih mau bayar di bank aja. Nah pak polisi bilang kalau bayar di bank itu denda maksimal. Waktu itu nominalnya 500 ribu rupiah. Gue dengan polos menjawab, iya pak, gapapa. Akhirnya gue dikasih slip biru.

Sampe rumah, gue baca baca blog dan ketemulah beberapa cerita serupa. Alih alih langsung bayar di bank, gue nunggu tanggal pengadilan saja. Karena gue bisa langsung bayar sesuai keputusan pengadilan (bukan denda maksimal).

Nah ceritanya gue udah dateng ke pengadilan pukul 8 ternyata tempat sidang dipindah dan mulai pukul 9. Gue yang awalnya udah izin masuk siang, akhirnya males ikut sidang dan memutuskan untuk masuk kerja saja dengan jadwal normal.

Lho trus sidangnya gimana?

Gue ga ikut sidang. Gue cuma perlu ambil berkas bukti tilang di kejaksaan pada hari Senin-Kamis. Trus bayar denda tilang sesuai keputusan pengadilan. Kemudian bukti tilang pun dikembalikan.

Gue dateng hari Rabu ke kejaksaan pukul 7.30. Loket sih belum buka padahal jadwalnya pukul 7 pagi. Tapi yauweslah untungnya gue ga perlu nunggu lama, karena pas gue mau duduk di kursi antrian, loket dibuka.

Surat tilang diserahkan dan menunggu panggilan dari petugas. Begitu giliran, dikasih tau dendanya berapa. Setelah bayar, sim gue langsung dikasih. Btw denda gue 100 ribu rupiah saja dibanding denda maksimal.

Siapin uang denda sesuai nominal ya. Bisa dilihat di website pengadilan kok. Gue sih baru lihat pas hari Selasa ya. Kurang tau deh hari Senin udah ada datanya belum di website.


Nah cukup cerita dari gue. Intinya gini, kalau kena tilang dan emang yakin bersalah, ya silakan ambil surat tilang. Ada slip merah dan slip biru. Slip merah kalau mau hadir di pengadilan. Slip biru kalau mau bayar lewat bank.

Kalau mau dateng di pengadilan, ya silakan ikuti prosedur dan siapkan uang denda. Jadi begitu putusan ditetapkan, kamu bisa langsung bayar sesuai nominal (uang pas). Nah kalau kelewat ya bisa diambil di kejaksaan sesuai cerita gue di atas.

Kalau bayar lewat bank gimana? Rugi dong bayar denda maksimal? Ya sebenarnya bayar lewat bank itu istilahnya cuma titipan denda. Jadi nanti setelah putusan pengadilan, selisihnya bisa diambil kembali ke bank.

Begitu pengalaman gue kena tilang dan hampir mengikuti sidang tilang. Tenang saja ya kalau kena tilang, ga usah ngotot atau marah kalau memang salah. Prosesnya gampang kok.

Atau pernah kena tilang padahal sebenernya ga salah?

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: