Kategori
Miscellaneous

Crowdfunding Kado

Pernah gak sih mau kasih kado ke orang tapi bingung mau kasih apa. Kebingungan ini bakal nambah kalau kado mau dibeli dari dana kolektif. Makin banyak kan preferensi kado yang mau dibeli. Bisa jadi ternyata yang mau dikasih kado punya wishlist sendiri. Atau bisa jadi ternyata ide kado yang mau dikasih ternyata si penerima kado udah punya.

Gue jadi kepikiran gimana ya kalau misalnya ada sebuah fitur gift crowdfunding di ecommerce. Mungkin bisa diterapkan di Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Shopee. Atau mungkin jadi aplikasi tersendiri yang bisa diintegrasikan di semua ecommerce melalui API.

How it works?

Fitur ini diawali dari sebuah item yang dibuat oleh si pemberi kado. Atau bisa jadi dibuat oleh si penerima kado sendiri, dalam bentuk wishlist. Kalau item bukan dibuat oleh penerima kado, pemberi kado perlu memberikan informasi penerima kado berupa nama, kontak, dan alamat penerima kado. Atau mungkin pemberi kado bisa langsung refer ke wishlist penerima kado untuk dijadikan sebagai item crowdfunding.

Setelah informasi item crowdfunding sudah lengkap berupa keterangan kado, informasi penerima, item kado itu sendiri, target dana, masa berlaku crowdfunding, si pemberi kado bisa membagi item tersebut kepada teman atau keluarga.

Teman atau keluarga selaku pemberi dana dapat melihat progress pengumpulan dana. Jika masa berlaku belum berakhir, pemberi dana dapat mengisi nominal yang hendak diberikan secara bebas. Atau cukup memilih nominal yang mungkin sebelumnya sudah disepakati bersama terkait besarannya. Pemberi dana juga dapat memberikan kesan pesan yang nantinya dapat dibaca oleh si penerima kado.

Begitu progress pengumpulan dana mencapai 100% maka langkah selanjutnya yakni pemberi kado perlu melakukan konfirmasi untuk dilanjutkan proses pemesanan barang. Proses selanjutnya mengikuti proses yang biasa dilakukan di ecommerce layaknya pembelian barang biasa. Penjual akan melakukan konfirmasi pembayaran kemudian memproses barang hingga mengirim barang pesanan kepada penerima kado.

Nah itu kan kasus normal nan lancar, mungkin kita bisa ngobrolin kasus yang tidak tidak. Misalnya dana tidak mencukupi hingga tepat waktu. Atau pas dana terkumpul, barang sudah habis (Nah lho!). Atau malah dana yang terkumpul melebihi target. (Waw!)

What if …

Bagaimana kalau progress pengumpulan dana tidak mencukupi sampai akhir tenggat waktu? Pertama, pemberi kado dapat mengundur tenggat waktu. Kedua, pemberi kado dapat mengembalikan dana kepada masing-masing pemberi dana. Ketiga, kado bisa ditukar dengan kado lainnya dengan nilai yang sesuai dengan dana yang sudah terkumpul.

Dari ketiga alternatif, gue agak ragu dengan opsi ketiga. Karena gue pikir perubahan item kado ini bisa menimbulkan isu. Bisa jadi kado yang baru tersebut tidak cocok dengan wishlist penerima kado. Atau mungkin sudah sesuai dengan wishlist penerima kado tapi dana tidak cocok. Isu lainnya yakni mungkin hal ini perlu mendapatkan consent dari masing-masing pemberi dana. Nah gimana tuh proses mintain consent para pemberi dana. Hmm.

Bagaimana kalau dana sudah terkumpul tapi saat diproses penjual, barang sudah habis? Atau ternyata barangnya memiliki perubahan harga? Bisa lebih mahal, bisa lebih murah. Alternatifnya sih pengembalian dana atau perubahan item ya. Perubahan item bisa jadi item yang sama namun beda penjual atau sama sekali berbeda. Kalaupun item sama tapi dengan penjual berbeda, harga juga bisa jadi berbeda. Eaaaa. Ya pemberi kado bisa aja sih membuka lagi penghimpunan dana untuk menutupi kekurangan tersebut. Tap ya jadi ribet aja gitu.

Lagi-lagi, gue ngerasa hal ini juga memerlukan consent dari para pemberi dana.

Bagaimana kalau dana yang terkumpul melebihi target pengumpulan? Alternatifnya bisa pengembalian dana berlebih dibagi ke masing-masing pemberi dana. Atau penambahan item yang bisa dicover oleh kelebihan dana tersebut.

Yep, menurut gue hal ini juga perlu consent dari para pemberi dana. Atau sekalian aja ya waktu melakukan pembayaran, consent ini dimintakan. Jadi kalau misalnya proses pengumpulan ini ternyata gak sesuai rencana, consent sudah dimintakan di depan. Ya kalau consent para pemberi dana setuju setuju aja sih gak masalah ya. Kalau misalnya ada pemberi dana yang tidak memberi consent. Bagaimana? Hmm.


Gue cuma kepikiran aja sih. Ganggu banget di pikiran. Daripada dipendem doang, mending dituangin dalam bentuk tulisan. Lebih jelas gitu maunya kayak gimana.

Trus gak takut ide dicuri? Nggak! Haha. Gue juga ga tau bisa jalanin ide ini atau enggak. Kalaupun ternyata ide ini diimplementasiin sama ecommerce, ya gue turut senang. Problem gue terselesaikan. Atau mungkin problem ini dialami orang lain juga.

Lagipula gue juga yakin gue bukan orang yang pertama kali punya ide ini. Someone somewhere pasti pernah kepikiran ide ini. Bedanya ya ide itu dieksekusi atau enggak.

Ideas are cheap, execution is everything

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.