Depok Bandung itu…

Perjalanan Depok Bandung. Perjalanan ke Hotel Bumi Sangkuriang. #WordCampID – WordCamp Indonesia, kopi darat komunitas Wordpress di Indonesia

Fyuh, alhamdulillah wasyukurillah saya sudah melalui perjalanan Depok Bandung dengan agak lancar walaupun ada beberapa hambatan. Saya bersyukur dengan adanya hambatan tersebut saya bisa jadi belajar apa yang harus dilakukan jika ingin menjadi seorang backpacker. Sekaligus menempa saya agar tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena di balik hambatan itu, ternyata Tuhan mengabulkan salah resolusi saya di tahun 2011 ini. Selain itu, dengan adanya hambatan tersebut, saya bisa punya cerita menarik dalam kehidupan saya untuk diceritakan. :mrgreen:

Tuhan senantiasa punya rencana yang lebih indah daripada apa yang kita harapkan

Berkunjung ke Bandung sudah lama saya impikan. Saat itu saya ingin sekali mengunjungi Boscha, Bukit Lembang, dan Arung Jeram. Namun mungkin belum saatnya untuk mengunjungi tempat-tempat menarik tersebut, perjalanan ke Bandung kali ini saya menghadiri sebuah acara perkumpulan komunitas WordPress Indonesia yang dikenal dengan WordCampID di Hotel Bumi Sangkuriang, daerah Cimbeleuit.

Ada beberapa dilema yang pernah terbersit dalam benak untuk tidak hadir dalam acara tersebut. Dilema tersebut yakni saya tidak tahu bagaimana menuju Bandung, saya tidak familiar dengan daerah Bandung, dan saya tidak tahu saya akan menginap di mana ketika di Bandung, tentunya dengan harga yang murah. 😆 Setelah saya mencari info ini itu, alhamdulillah ditemukanlah cara menuju Bandung dan penginapan yang harganya cocok dengan ketebalan kantung saya. :mrgreen: Alhamdulillah.

Aya TravelSaya menggunakan jasa Aya Travel untuk menuju Bandung. Biayanya sejumlah enam puluh ribu rupiah (IDR 60K). Khusus mahasiswa dikenakan diskon sebanyak lima ribu rupiah (IDR 5K), jadi saya hanya perlu membayar lima puluh lima ribu rupiah (IDR 55K). Ada beberapa alternatif jadwal, saat itu saya memilih untuk berangkat pukul 17.30 WIB. Menurut info yang saya dapatkan, Aya Travel dulu pernah memberikan fasilitas antar jemput ke tempat tujuan dengan tambahan biaya ekstra. Namun saat itu, fasilitas tersebut sudah ditiadakan, namun masih bisa dilakukan asalkan searah dengan perjalanan yang dilalui. Oia alasan saya memilih Aya Travel daripada yang lain yakni karena tempat keberangkatannya yang dekat dengan kos-kosan saya yakni dekat ITC Depok, tepatnya masuk gang di samping Bank BNI.

Saya tiba di Bandung pukul 20.30 WIB, yang mana berarti perjalan ditempuh selama 3 jam. Katanya sih lama perjalanan hanya menghabiskan 2 jam, namun saat itu perjalanan terhambat kemacetan saat memasuki jalan tol di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Setelah tiba di tujuan akhir travel yakni Jalan Taman Sari, saya sudah bertekad untuk menuju tempat penginapan. Sebelumnya saya sudah mendapatkan sebuah penginapan seharga delapan puluh ribu rupiah (IDR 80K) per malam di Asrama Pupuk Kaltim, Cisitu. Akan tetapi sayangnya angkutan umum berwarna ungu menuju Cisitu saat itu sudah tidak tersedia. 😯

Hikmah pertama: Carilah informasi selengkap-lengkapnya perihal tempat penginapan, bahkan informasi jadwal angkutan umum pun perlu didapatkan

Krik krik krik, suasana hening seketika. Sesegera mungkin saya langsung aktif SKSD dengan penduduk setempat untuk menanyakan Guest House yang murah sekitar daerah tersebut. Naasnya penginapan semurah itu tidak tersedia di daerah tersebut yang notabene dekat dengan tengah kota. Sempat terbersit untuk menginap di hotel saja selama semalam saja. Akan tetapi saya urungkan niat tersebut ketika mengetahui bahwa saya harus merogoh kocek minimal dua ratus ribu rupiah (min. IDR 200K) per malam. 😥

Saya tidak menyerah! Saya tetap melanjutkan pencarian tempat untuk menginap. Berbekal Google Maps, saya tahu di mana saya berada dan menjaga diri saya untuk tidak terlalu jauh dengan pusat kota. Entahlah, saat itu perasaan saya tidak panik, dengan alasan walaupun saat itu saya tidak mendapatkan penginapan, saya melalui ini sendirian, artinya saya tidak merepotkan orang lain untuk merasakan `penderitaan` yang ia alami ketika bersama saya. Jadi saat itu saya membaca hamdalah dan istighfar di saat yang sama. Saat itu tiba-tiba saya melewati sebuah masjid sebuah institusi terkenal. Aha! saya punya ide untuk menginap saja di masjid tersebut. Hehehe :mrgreen: Malam itu saya lalui bersama orang-orang yang juga kebetulan bermalam di masjid tersebut karena suatu kegiatan.

Hikmah kedua: Sebaiknya masjid digunakan untuk tempat shalat atau beribadah kepada Allah SWT, bukan untuk tempat menginap, kecuali keadaan yang sangat amat mendesak sekali. :mrgreen:

Dini hari saya terbangun karena orang-orang tersebut mulai menjalankan aktivitas dini harinya hingga shubuh. Setelah shubuh eh ternyata ada kultum, saya ikuti saja hingga dhuha tiba. Kemudian saya melanjutkan perjalanan menuju Cimbeleuit setelah sebelumnya saya mandi di masjid tersebut itu pula. Saya awali perjalanan dengan jalan kaki kemudian dilanjutkan dengan naik angkot dari simpang Cimbeleuit ke depan gang Hotel Bumi Sangkuriang.

Hikmah ketiga: Saya bisa tahu bahwa perjalanan dari Taman Sari ke Hotel Bumi Sangkuriang bisa ditempuh dengan menaiki angkot Cicaheum-Ledeng sampe simpang Cimbeleuit dilanjutkan dengan angkot Cimbeleuit. 😉

Setiba saya di Bumi Sangkuriang, saya langsung mencari tempat penginapan di daerah tersebut. Target saat itu saya tidak akan menginap di Standard Room, tapi saya akan menginap di kamar supir, karena kamarnya tidak aneh-aneh, tanpa fasiltas televisi, AC, dsb. Kamar tersebut mirip sama kamar anak kos-kosan lah, harganya murah pula, di bawah seratus ribu (IDR 100K) per malam. Hehehe :mrgreen: tapi Tuhan belum menunjukkan nikmat-Nya segera, saya disuruh bersabar lagi setelah mengetahui seluruh kamar di hotel yang saya hampiri telah penuh, terutama kamar supir. Sekali lagi, perasaan saya masih tenang alias tidak panik, tanya kenapa. 🙄

Hikmah keempat: Pesanlah jauh-jauh hari kamar guest house atau kamar hotel berjudul kamar supir sebagai tempat menginap karena terbilang murah. Sekali lagi keyword-nya yakni guest house dan kamar supir 😉

Saya ikuti acara WordCampID dengan khusyu’ dan khidmat, eh ndak segitunya ding, saya juga ambil kesempatan networking ke rekan-rekan semeja. Makan siang dan coffee break terasa nikmat. :mrgreen: Para presenstator pun bergantian tampil dengan konten yang amat sangat mengesankan. Materi presentasi dari mereka menambah motivasi saya untuk segera berkontribusi dalam dunia WordPress, baik dalam pembuatan tema, plugins, pengembangan WordPress platform, atau bahkan menjadi seorang WordPress entrepreneur. Oia ada WordPress Board Game pertama di dunia loh. Dan saya merupakan salah satu pemain pertamanya. Wow! 😛 Cara mainnya? Tanyakan pada Tim Kummara yang telah membuatnya. 😀

Trus malam itu nginep di mana? Alhamdulillah, saat itu saya dibantu teman saya untuk mencari tempat. Kemudian ditemukanlah sebuah mushalla. Ya, sesuai kriteria, yang penting ada tempat tidur yang aman, kemudian kalo mandi ya bisa numpang. Hehehe :mrgreen:

Akhir kata, semoga saya bisa mengikuti WordCampID tahun depan dengan lebih siap dan pengalaman ini bisa bermanfaat bagi diri saya dan teman-teman sekalian. Oia, semoga nanti ada waktu untuk berkunjung ke Bandung dalam rangka travelling, tentunya dengan persiapan yang lebih baik. Amin.

WordCampID 2011

1 thought on “Depok Bandung itu…”

  1. Ping-balik: Bandung - AMYunus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s