Perihal 4G

Agak tergelitik dengan twit seorang politisi yang saat ini berstatus sebagai menteri negara.

Jadi gini,


Impian internet cepat di Indonesia mulai terasa lebih nyata dengan adanya layanan Long Term Evolution 4G (LTE 4G) yang diusung oleh Bolt, pentolan produk PT Internux. Walaupun belum sepenuhnya memenuhi 30% dari kecepatan yang dijanjikan1 tapi harga yang ditawarkan termasuk relatif murah dibandingkan dengan layanan operator lainnya (yang saat ini masih menawarkan koneksi 3G).

Internet

Perangkat lunak

Tingginya frekuensi pemutakhiran perangkat tidak akan menjadi hambatan atau retensi bagi pengguna. Dengan adanya koneksi yang cepat, proses pemutakhiran dapat dilakukan tanpa berlama-lama. Bisa dibayangkan pada koneksi internet yang lambat, pengguna malas untuk memperbaharui perangkat mereka dan memiliki lubang keamanan yang berbahaya.

Musik

Layanan penjualan lagu online mulai marak di Indonesia. Pun menyusul layanan streaming yang menawarkan akses jutaan lagu dengan harga yang murah kepada pengguna. Layanan-layanan ini mencoba untuk merebut secuil kue pasar penikmat musik. Namun agaknya layanan streaming ini kurang memadai untuk dinikmati karena kecepatan akses Internet yang terbatas sehingga menikmati musik dengan streaming mode menjadi kurang asyik.

Film

Bukan hanya penikmat musik, penikmat film pun dapat memperoleh manfaat dari adanya akses internet cepat ini. Misalkan saja film Samurai X dan Jobs yang tidak ditayangkan di Indonesia, dapat dinikmati via internet (dengan streaming atau diunduh terlebih dahulu). Tentu tanpa adanya sensor yang membuat film tetap seru untuk ditonton.

Pendidikan

Percaya atau tidak, masyarakat dapat melakukan self-education melalui video learning yang menjamur di berbagai situs. Saya sendiri mendapatkan banyak wawasan dan inspirasi dari berbagai video yang ditayangkan melalui situs YouTube. Masyarakat juga bisa mengikuti kursus online dengan mudah, terutama kursus online yang menayangkan materi dalam bentuk video.

Produktif, tak hanya konsumtif

Secara tidak langsung, internet cepat juga menumbuhkan produktivitas. Misalnya saja ketika tools harus diakses melalui browser yang membutuhkan koneksi kecepatan tinggi atau perangkat lunak yang memiliki size cukup besar untuk diunduh. Hal ini juga memotivasi pengguna untuk mengunduh perangkat dari penerbit asli, bukan cd/dvd abal-abal pinggir jalan.

Bukan cuma konsumen yang dimanjakan, pembuat karya juga. Misalnya saja musisi dan video creator, mereka bisa mengunggah karya mereka ke internet dengan kecepatan upload yang mumpuni. Terbukti banyak musisi luar yang bisa berkarya tanpa melalui label atau video creator yang sukses tanpa melalui production house.

Tidak berhenti sampai di situ, internet cepat sangat bermanfaat bagi employer atau employee yang harus berkomunikasi secara visual melalui video call seperti Skype, Google Hangout, dsb. Mungkin saja jika 4G diterapkan di Indonesia, budaya remote working pada perusahaan Indonesia akan menjamur. Siapa tahu, ya kan?

Bercita-cita menjadi negara produsen, bukan menjadi negara konsumen, tanpa fasilitas yang mumpuni?

1 Saya pernah mendapatkan 20 Mbps

***

Further reading

Bonus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s